Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.
Anda jg pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani
menggunakannya di dalam kompleks ( Kelapa Gading Jakarta ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kelapa Gading.
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke bandung.
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.
Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda.
Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.
Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri
sumber : http://mlmartikel.tripod.com
Jumat, 30 Oktober 2009
Anda Bisa Jika Anda Yakin Bisa !!
Label: Serba-serbi MLM
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 08.39 0 komentar
Pergi Pagi Pulang Malam Pendapatan Pas-pasan?
Untuk memiliki kebebasan finansial, Anda mutlak harus memiliki Kecerdasan Finansial/FC (Financial Quotient). Untuk memiliki kecerdasan finansial, Anda tidak perlu jenius secara IQ namun hanya membutuhkan upaya untuk merubah persepsi atau pola pikir Anda tentang uang. Benarkah jika semakin kaya seseorang maka ia harus semakin sibuk? ternyata tidak! dan hanya orang yang punya kecerdasan finansial yang tahu rahasianya.
Menurut Robert T Kiyosaki, penulis best seller "Rich Dad Poor Dad", untuk memperoleh penghasilan, anda bisa mendapatkannya dari 4 quadran berikut ini:
1. KUADARAN E (EMPLOYEE / KARYAWAN)
Anda bekerja untuk ORANG LAIN, dimana anda telah terikat untuk bekerja dengan waktu tertentu dan dengan penghasilan yang tertentu juga.
2. KUADRAN S (SELF EMPLOYED / PROFESIONAL /SMALL BUSINESS)
Anda bekerja untuk DIRI ANDA SENDIRI, dimana anda tidak terikat secara waktu dan penghasilan, tetapi anda harus BEKERJA SEMAKIN KERAS (menghabiskan lebih banyak waktu), untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar.
3. KUADRAN B (BUSINESS OWNER / PEMILIK BISNIS)
Anda bisa mendapatkan penghasilan dari SISTEM, dimana dalam sistem ini ORANG LAIN bekerja untuk ANDA. Jadi anda tidak terikat waktu, tetapi penghasilan tak terbatas.
4. KUADRAN I (INVESTOR / PENANAM MODAL)
Anda mendapatkan penghasilan dengan menanam modal, sehingga UANG bekerja untuk ANDA.
Anda lihat perbedaan mendasar dari 4 kuadran diatas, pada kuadran 1 dan 2, penghasilan anda linier terhadap waktu yang anda miliki, artinya semakin anda kaya maka semakin sibuklah Anda!
Jadi pertanyaannya: Sampai kapan Anda sanggup untuk SIBUK?
Apakah hidup ini hanya akan anda habiskan untuk mendapatkan UANG? Dan kalau Anda tidak bekerja maka tidak akan mendapat uang... Menurut sebuah penelitian terbukti bahwa pada usia 35 tahun kualitas kehidupan seseorang berada dipuncak, sehingga semakin lama semakin menurun. SUDAHKAN SIAPKAH ANDA? Pada kuadran kiri atau 1 dan 2, orang memilih untuk mendapatkan KEAMANAN. Karena menurut mereka, jika setiap bulan menerima penghasilan akan aman.. padahal kalau di PHK atau sakit? Penghasilan hilang seketika..!
Jadi yang diperoleh sebenarnya adalah KEAMANAN KERJA bukan keamanan penghasilan. Pada kuadran kanan atau 3 dan 4, orang memilih untuk mendapatkan KEBEBASAN. Bebas berusaha untuk mendapatkan penghasilan berapapun yg mereka inginkan!!! Jadi dia bisa mendapatkan KEBEBASAN PENGHASILAN dan WAKTU.
Kembali pada tulisan Robert T. Kiyosaki : Jika anda ingin mendapatkan penghasilan tak terbatas namun waktu yang anda miliki semakin luang maka Anda harus masuk ke kuadran 3 atau 4.
TETAPI Apakah untuk itu semudah anda berganti karier? TIDAK MUDAH!
Untuk masuk kuadran 4 Anda sudah tentu harus punya BANYAK UANG untuk diinvestasikan. Jika anda punya maka anda hanya perlu FQ atau Kecerdasan Finansial, sehingga anda mampu mengendalikan RESIKO. Untuk anda berpindah ke kuadran 3 maka anda harus MENCIPTAKAN SISTEM, atau MEMBELI SISTEM yang sudah ada. Untuk menciptakan sistem dibutuhkan kemampuan luar biasa dan EQ atau Kecerdasan Emosional, dalam membuat sistem baru banyak orang yang harus melalui berbagai rintangan dan kegagalan dan sebelum mencapai kesuksesan seringkali harus gagal lebih dari 3 kali.
Selain menciptakan anda bisa membeli sistem yang sudah sukses, sistem yang bisa dibeli ada 2 macam yaitu Franchise (Waralaba) dan sistem pemasaran berjenjang (MLM). Untuk mendapatkan kebebasan penghasilan / Finansial minimal anda harus berada di kuadran 3, Anda harus memiliki SISTEM.
Cara mudah untuk memiliki sistem adalah dengan membeli sistem yang sudah sukses. Dan sistem yang terbukti sudah sukses tetapi murah adalah pemasaran berjenjang (MLM) atau network marketing.
Melalui konsep ini anda bisa belajar untuk mengendalikan RESIKO, sambil mengembangkan EQ juga belajar bagaimana jatuh bangunnya memulai bisnis sendiri namun sekali lagi dengan murah. Karena dalam bisnis MLM MURNI (bukan palsu) pelatihan, training dan pengembangan SDM sangat diutamakan.
sumber : http://mlmartikel.tripod.com/
Label: Serba-serbi MLM
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 08.27 0 komentar
MLM masa depan finansial baru
Tak perlu dipungkiri, industri MLM saat ini banyak diminati. Sebab, walau industri ini telah berlangsung 30 tahun lalu, baru sekarang sebagian masyarakat menyadari kekuatan bisnis ini, terutama bagi para pegawai dan profesional. Mereka kini mulai melirik bisnis ini, mengingat sebagian besar dari bisnis yang mereka bangun, basis keuangannya tidak jauh beda dengan pebisnis MLM.
MLM mungkin menjadi ' batas akhir ' seorang entrepreneur dalam memberikan penghasilan dari bisnis mereka. Lebih - lebih bagi konsumen, merupakan ujian untuk mendapat income kedua di luar gaji, dengan resiko yang relatif kecil. Bukan rahasia lagi, masyarakat saat ini dibenturkan pada soal pemecatan, perusahaan gulung tikar, gaji yang minim, serta susahnya mencari penghasilan yang resikonya kecil.
MLM telah berubah dan berkembang tahap demi tahap. Dalam kurun waktu tertentu, MLM dikenali sebagai industri ' penjualan sabun' lalu berkembang hingga konsumen yang biasa membeli di toko - toko dapat membelinya melalui MLM, khususnya produk gizi dan perawatan kulit. Di tahun 80 an , bukan hanya produk yang ditawarkan MLM, juga merambah ke industri jasa yang terus dikembangkan.Sebagian perusahaan MLM juga punya kepedulian sosial yang tinggi. Misal, merawat para tuna wisma, memberi makan kaum miskin, mebersihkan lingkungan dan sebagainya.
Sponsor dan upline anda satu. Bila anda telah memilih bergabung dengan suatu perusahaan MLM, anda membutuhkan sponsor yang memberi bantuan secara aktif. Kadang - kadang sponsor langsung teramat baru bagi bisnis anda. Ini wajar - wajar saja, sepanjang upline senang bekerja dengan anda. Mendapatkan pelatihan dan materi marketing begitu vital diperlukan. Sebab, ada juga perusahaan MLM tidak memberi training. Jadi sponsor atau upline anda diwajibkan membantu dan melatih, khususnya jika anda seorang pendatang baru di MLM atau pernah menjalani kegagalan di MLM.
Sponsor atau upline harus mampu menjawab pertanyaan anda, bagaimana mewujudkan dan mempresentasikan produk atau jasa perusahaan, maupun peluang bisnisnya. Ia harus menolong anda merekrut distributor - distributor baru diantara klien hingga mampu mendirikan jaringan anda. Lagi-lagi, sebagai besar perusahaan tidak memiliki perlengkapan penjualan yang anda perlukan, maka mencari sponsor atau upline yang bisa membuat materi amatlah penting.
Beberapa ide tambahan terdapat ribuan perusahaan MLM yang bisa dipilih. Namun hanya sedikit yang cocok dengan anda. Sekali jadi distributor, anda sepenuhnya punya semua keuntungan dan resiko bisnis. Anda punya tanggung jawab besar ketika akan mendistribusikan produk atau terlibat secara part time di perusahaan. Tapi inipun masih bisnis anda sendiri. Mungkin anda mengetahui berdasarkan statistik, kegagalan - kegagalan bisnis MLM dan non MLM. Selama hidup anda dihadapkan resiko - resiko bila ingin meraih kemajuan. Sejak lahir ke dunia, baik menetap di rumah yang relatif aman , anda tetap dihadapkan dengan resiko.
Tak satupun prestasi diraih tanpa berhadapan dengan resiko. Jika anda bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik - buat diri sendiri, keluarga atau mungkin semua manusia tidak ada jalan yang lebih baik kecuali berjanji untuk mengambil langkah maju. Dalam kata - kata Goethe [ yang sering terdengar belakangan ini ] : ' Apapun yang dapat anda lakukan atau bermimpi bisa melakukan, lakukan. Keberanian memiliki kepandaian, kekuatan dan keajaiban di dalamnya, lakukanlah sekarang ! Bagi para pendatang baru, program yang mewah dan mudah dapat membantu anda ' belajar sambil bekerja '. Inilah jalan prestasi untuk mengetahui mengapa jutaan orang berkepentingan dalam MLM. Nah, dengan perusahaan dan upline yang tepat, anda mungkin berhasil hingga menjadi milliarder !!
# Beverly Nadler adalah seorang konsultan MLM/Network Marketing terkenal, penulis, pelatih dan motivator. Ia juga dikenal di bidang kesehatan, specialis gizi dan pengembangan kepribadian. 12 kaset rekaman ' You can be successful in MLM ' adalah diantara materi terjelas dan praktis pada industri ini. " Taking Charge " , buku dan kasetnya, diketahui sebagai sumber motivasi para profesional.
[ Benerly Nadler, Majalah Sukses - Maret 2004 ]
Label: Serba-serbi MLM
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 08.21 0 komentar
Gagal di MLM
Kalau anda bergabung dengan suatu mlm, dan ternyata gagal,
Jangan salahkan sistem atau upline anda !
Itu karena anda tidak tahu apa yang (seharusnya) anda kerjakan.
It is not about the product. It's about people management.
Anda bisa saja mendapatkan banyak penghasilan dari menjual produk MLM.
Dan itu memang yang diinginkan oleh perusahaan.
Tapi ingat. Jika anda perlu mendapatkan passive income, anda perlu mencari orang yang mau membeli produk MLM anda dalam jangka panjang, bahkan ketika anda memutuskan untuk 'off'.
Tujuan perusahaan memang mendapatkan keuntungan dari penjualan produk. Semakin banyak produk yang terjual, maka semakin untung perusahaan.
Tapi...
Jika anda mengira anda dapat menikmati passive income setelah bertahun-tahun hanya menjual produk, anda SALAH BESAR.
Yang perlu anda lakukan, adalah merekrut member baru, dengan demikian member tersebut juga membeli produk anda.
Ingat, dengan menjadi member maka orang itu perlu membeli produk MLM tersebut.
Semakin banyak member yang anda rekrut, semakin banyak orang yang membeli produk tersebut, berarti jumlah penjualan anda juga semakin besar.
Anda sudah menjalani bisnis MLM bertahun-tahun, tapi begitu anda berhenti 'bergerak' pendapatan anda langsung turun ?
Itu karena anda tidak mewariskan kemampuan anda merekrut orang kepada downline anda.
Jika anda ingin menikmati passive income, yang perlu anda lakukan adalah "menjamin bahwa penjualan (grup) anda tetap berlangsung".
Artinya, tanpa anda bergerak pun, produk tetap terjual.
Produk tetap terjual berarti ada orang yang membeli produk tersebut, entah sebagai member atau sebagai konsumen biasa.
Kalau selama ini anda menjual produk kepada konsumen, tanpa menarik konsumen tersebut sebagai member, maka
anda perlu mengusahakan agar konsumen tersebut tetap membeli produk, meskipun anda sudah tidak 'bekerja' menawari konsumen tersebut.
Yang paling masuk akal, tentu saja adalah mengajarkan downline anda untuk mandiri.
Yaitu, downline anda tetap bisa merekrut member baru, meskipun tidak anda dampingi.
Kalau anda hanya mencarikan member baru untuk diberikan ke downline anda (spill over) tanpa mengajari downline anda ilmu2 yang anda punyai untuk merekrut member baru,
maka downline anda tidak akan bisa mencari member sendiri tanpa campur tangan anda.
Akibatnya, begitu anda memutuskan untuk istirahat, downline anda juga tidak bergerak, dan akibatnya jumlah penjualan grup anda pun menurun.
Hilanglah sudah kesempatan untuk mendapatkan passive income.
Satu fakta yang anda perlu ketahui. Prinsip Pareto menyebutkan bahwa 80% dari penjualan anda diperoleh dari hasil kerja 20% klien (downline) anda.
Berarti, kalau anda punya 100 orang downline, anda perlu menyadari bahwa hanya 20 orang yang benar-benar bekerja menyumbang 80% hasil penjualan anda.
That's why : it's not about the product. It's about people management.
sumber : http://sukses-di-mlm.blogspot.com
Label: Serba-serbi MLM
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 08.19 0 komentar
Mengenal MLM
Pemasaran Berjenjang Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: multi level marketing) adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.
Keanggotaan
Promotor (upline) biasanya adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu.
Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.
Kontroversi
Seringkali ditemukan kerancuan istilah antara pemasaran berjenjang dengan permainan uang (money game). Pemasaran berjenjang pada hakikatnya adalah sebuah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Sebaliknya, pada permainan uang bonus didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan. Kesulitan membedakan pemasaran berjenjang dengan permainan uang terjadi karena bonus yang diterima berupa gabungan dengan komposisi tertentu antara bonus perekrutan dan komisi omzet penjualan.
Sistem permainan uang cenderung menggunakan skema piramida (atau skema Ponzi) dan orang yang terakhir bergabung akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Dalam pemasaran berjenjang, walaupun dimungkinkan telah memiliki banyak bawahan, tetapi tanpa omzet tentu saja bonus tidak akan diperoleh.
Informasi tentang jenis pemasaran berjenjang yang benar dapat mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 13/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung dengan memuat larangan tegas yang tercantum pada bab VII.
Masalah di dalam pemasaran berjenjang sering terjadi bila sistem komisi menjurus pada permainan uang. Biaya keanggotaan bawahan secara virtual telah dibagikan menjadi komisi promotor sementara harga barang menjadi terlalu mahal untuk menutupi pembayaran komisi kepada promotor. Dalam jangka panjang, hal ini membuat komisi menjadi tidak seimbang, di mana komisi telah melebihi harga barang dikurangi harga produksi.
Hal ini tentu akan membuat membuat konsumen di tingkat tertinggi mendapatkan harga termurah atau bahkan mendapatkan keuntungan bila mengetahui cara mengolah jaringannya, sedangkan konsumen yang baru bergabung mendapatkan kerugian secara tidak langsung karena mendapatkan harga termahal tanpa mendapatkan komisi atau komisi yang didapatkan tidak sesuai dengan usaha yang telah dilakukan sehingga akhirnya anggota baru tersebut terangsang untuk mencari konsumen baru agar mendapat komisi yang bisa menutupi kerugian virtual yang ditanggungnya.
Pelanggaran bisa pula terjadi bila perusahaan penyedia sistem pemasaran berjenjang menjanjikan sesuatu berlebih yang tidak mungkin bisa dicapai konsumen. Misalnya, jika konsumen bisa mendapatkan 10 jenjang jaringan yang setiap jenjangnya harus berisi 10 anggota, maka ia akan mendapatkan bonus Rp 10 Miliar. Sepintas hal ini terlihat menggiurkan dan mudah, tetapi jika konsumen menggunakan akal sehatnya, ia sebenarnya harus merekrut 1010 bawahan atau sepuluh pangkat sepuluh, yaitu sejumlah 100 juta anggota baru (hampir separuh penduduk Indonesia).
Dewasa ini, telah berkembang sistem pemasaran viral yang merupakan salah satu bagian model pemasaran berjenjang. Beberapa hal yang membedakan antara lain:
* Tidak ada bonus perekrutan karena bebas biaya bergabung.
* Produk yang dipasarkan merupakan produk dinamis, misalnya pulsa telepon seluler.
* Bonus hanya diperoleh dengan adanya pemesanan berulang.
* Harga produk lebih murah atau hampir sama dengan harga pasar konvensional.
* Komisi atau bonus tiap transaksi yang dilakukan relatif kecil.
* Bonus akan signifikan pada jaringan yang besar.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pemasaran viral dipercaya dapat membuat kompetisi di pasar konvensional menjadi semakin menarik karena pada dasarnya keunggulan pemasaran berjenjang adalah captive market yang tersistem ditambah dengan konsep pemasaran konvensional yang bertumpu pada harga dan produk.
Label: Serba-serbi MLM
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 08.14 0 komentar
Selasa, 27 Oktober 2009
OKTAVIANUS YUDISTIRA

”Bisnis ini adalah bisnis yang sangat mulia. Saya dapat membantu kehidupan ekonomi dan pribadi teman-teman saya”
Prestasi pemuda yang akrab dipanggil dengan nama Yudistira ini sungguh mengagumkan. Terbukti dengan usianya yang relatif muda, beliau dapat menjadi salah satu Consultant dengan posisi tertinggi di Surabaya. Selama 3 tahun terakhir, semenjak kepulangan beliau menempuh kuliah S2 di Inggris, beliau berhasil membantu teman-temannya untuk sukses di bisnis ini, sehingga posisi beliau meningkat pesat; dari seorang Director menjadi Double Diamond Director.
Awal mula mengikuti bisnis Oriflame
Perjalanan bisnis pemuda ini dimulai pada saat kuliah di salahs atu perguruan tinggi ternama di Surabaya. ”Awalnya hanya iseng. Saya terjun ke dalam bisnis ini karena direkomendasikan oleh kakak dan ibu saya”, demikian penuturan pemuda ini dengan tersenyum lebar. Di dalam perjalanan karirnya, beliau sempat tergoda untuk bekerjasama dengan perusahaan direct selling lainnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan semakin pahamnya beliau akan bisnis seperti ini, semakin yakinlah beliau bahwa Oriflame adalah pilihan yang terbaik.
”Oriflame adalah perpaduan sempurna antara perusahaan yang stabil dan kokoh, produk yang unggul dan dinamis, sistem penghargaan yang fantastis, dan dukungan manajemen yang luar biasa”, demikian tutur pemuda ini dengan mantap dan bangga.
Bekerja penuh di Oriflame
Pemuda yang luar biasa ini sangat bersyukur dapat mengenal bisnis Oriflame. ”Biaya kuliah di luar negeri adalah salah satu bentuk jerih payah saya di bisnis Oriflame. Lebih hebatnya lagi, pada saat kuliah di luar negeri, saya benar-benar merasakan apa yang sering disebut dengan passive income”, tuturnya dengan berapi-api. Hal ini jugalah yang membuat beliau semakin memantapkan hati dan memutuskan untuk full-time menggeluti bisnis Oriflame.
”Bisnis ini adalah bisnis yang sangat mulia. Saya dapat membantu kehidupan ekonomi dan pribadi teman-teman saya”, tuturnya. Sebagai penghargaan atas apa yang telah dilakukannya dengan komitmen tinggi dan semangat pantang menyerah, beliau dapat membawa orang tuanya untuk menikmati perjalanan eksklusif ke luar negeri bersama dengan Oriflame dua kali dalam setahun.
Selain perjalanan eksklusif ke luar negeri dan bonus puluhan juta setiap bulannya, pemuda ini juga merasakan adanya perubahan positif di dalam sikap dan mental beliau. ”Saya merasa bahwa menjadi lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Selain itu sikap mental dan cara pandang saya juga menjadi lebih positif, sehingga saya merasa bahwa kehidupan saya menjadi jauh lebih baik,” tuturnya.
Label: kisah sukses pejuang oriflame
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 22.03 0 komentar
RUDY TJAHJADI W
“Bisnis Oriflame adalah jawaban dari doa saya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik”
_
Pria yang sarjana teknik elekrto ini tertarik menjalankan bisnis Oriflame karena adanya potensi pasive income yang tidak terbatas. Apalagi peluang untuk mendapatkan saham Oriflame Internasional semakin memicu semangatnya untuk menggeluti bisnis Oriflame secara lebih serius. Pekerjaan sebelumnya sebagai Manager di sebuah perusahaan asuransi pun ditinggalkannya demi fokus sepenuhnya di Oriflame.
Keputusan Rudy untuk terjun penuh di bisnis Oriflame awalnya tidak mendapat dukungan keluarga. Namun berkat kegigihan serta keyakinan yang kuat bahwa Tuhan akan selalu bersamanya, membuat Rudy semakin bulat tekadnya untuk bergabung dan menjalankan bisnis Oriflame. Berbekal modal pas-pasan dan kebosanannya pada hidup yang selalu kekurangan memacu Rudy untuk bekerja lebih giat lagi dalam mengembangkan jaringan. “Oriflame perusahaan yang kuat, produknya mudah dipasarkan dan sistemnya unik, sehingga tidak sulit bagi orang untuk mengapai mimpi bersama Oriflame,” paparnya.
Menjalankan bisnis Oriflame awalnya memang tidak semudah membalikkan tangan, begitu pula yang dialami Rudy. Tapi ia yakin bahwa tiap usaha pasti ada kendala yang akhirnya membantu kita mematangkan kepribadiaan dan mempertajam kepiawaian kita dalam menjalankan bisnis. “Kamu coba buktikan sendiri saja dulu, nanti kalau sukses saya mau ikut,” kenangnya menirukan ucapan teman dan saudara yang ia coba prospek.
Tanpa dukungan dari orang-orang terdekat, Rudy pantang menyerah. Berkat keuletan dan keyakinan bahwa Tuhan selalu membantunya dalam merubah kehidupannya, kesuksesan sudah berada di dalam genggamannya.
Kini, tidak ada lagi hidup serba kekurangan bagi Rudy, bonus puluhan juta per bulan hingga wisata gratis ke berbagai negara bisa ia dapatkan melalui Oriflame. Ia mampu memberikan kehidupan yang mapan bahkan lebih dari cukup bagi istri tercinta, Indrayani. Namun bukan hanya bonus puluhan juta yang tiap bulan diterimanya serta berwisata ke luar negeri yang dapat membuat Rudy bahagia. Sesungguhnya kebahagiaan yang seutuhnya dapat ia rasakan ketika ia dapat membantu sesama dengan Oriflame. “Kami sukses lewat membantu orang lain menjalankan bisnis Oriflame, jadi bisa dapat uang sekaligus pahala,” jelasnya.
Label: kisah sukses pejuang oriflame
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 22.01 0 komentar
DJUN IN dan HADY DINATA

Sebagai pasangan yang serasi, mereka berdua memiliki karir yang sangat sukses di Oriflame, dan menjadi pasangan pertama di Indonesia yang meraih peringkat Double Diamond Director. Dengan bonus puluhan juta rupiah setiap bulannya, tak pelak mereka telah menuai hasil dari jerih payah mereka selama ini.
Awal mula mengikuti bisnis Oriflame
Tadinya Djun In tidak tertarik dengan bisnis Oriflame. Baginya bisnis sejenis ini hanyalah bualan saja, atau sekedar jual impian belaka agar orang-orang tertarik bergabung. Padahal dalam penerapannya di lapangan, sulit sekali untuk menjual produk-produknya dan merekrut. Namun seperti pendapat banyak orang; hidup itu sulit diprediksi pergerakannya.
Suatu hari dia dihubungi oleh temannya semasa SMA yaitu Cynthia Venika, katanya ada bisnis yang sangat bagus. Djun In sudah bisa menebak bahwa bisnis tersebut hampir sama dengan yang pernah ditekuninya dan saat itu dia menolak ajakan teman akrabnya tersebut, namun Cynthia mengatakan bahwa ini bisnis yang berbeda, produknya bagus, berkualitas tinggi dan mudah untuk dipasarkan. Djun In pun tetap menolak bisnis yang ditawarkan itu. Akhirnya Cynthia Venika mencoba untuk mengajak Djun In dengan alasan sudah 4 tahun tidak bertemu dan mau reuni. Memang, mereka bertemu dengan beberapa teman akrab lainnya, disitulah Cynthia menjelaskan semua keuntungan yang akan didapatkan kalau kita bergabung di Oriflame; penghasilan tak terbatas yang akan didapatkan nantinya, kebebasan waktu bekerja hingga bisa diwariskan nantinya. Jujur saja waktu itu Djun In tertarik dengan uang yang dipaparkan oleh Cynthia namun tetap saja dirasanya mustahil untuk didapatkan. Alasan bergabung pun adalah ingin mendapatkan sampel lipstick beragam warna yang diberikan apabila bergabung dengan Oriflame, sehingga dapat digunakan ke kantor. Ternyata Cynthia tidak membual, buktinya selain menemaninya untuk merekrut, produk Oriflame ternyata mudah dijual dan itu terlihat dari antusiasme teman-temannya di kampus yang kepincut dengan produk-produk Oriflame dan uang keanggotaan yang cukup terjangkau..
Bekerja penuh di Oriflame
Di tengah usahanya dalam menekuni bisnis Oriflame, Djun In sempat tergoda dengan bisnis sejenis lainnya, padahal saat itu peringkatnya sudah Director. ”Saya benar-benar menyesal” ujarnya. Akhirnya dengan jiwa besar dia kembali menekuni Oriflame. Tekadnya yang membara dia wujudkan dengan keluar dari pekerjaannya di kantor dan demi meraih kesuksesan dia keluar dari bangku kuliah dan fokus 100% di bisnis Oriflame. Memang, mengambil keputusan untuk fokus tidaklah mudah karena belum banyak yang bekerja penuh waktu di Oriflame, dan pihak keluarga pun banyak yang tidak mendukung. Di saat hampir putus asa, untunglah kakaknya yang ke lima tetap memberikan motivasi yang masih melekat di hatinya hingga saat ini, ”Kalau kamu angap pekerjaan ini baik demi masa depanmu, lakukanlah dengan serius dan berikan yang terbaik”, ujar Djun In mengutip petuah kakaknya.
Ternyata berkat kerja keras dan keseriusan hasilnya tidak percuma. Dalam kurun waktu empat tahun ia berhasil mencapai peringkat Diamond Director dan meraih Cash Award sebesar Rp. 42 juta, pin emas berhiaskan berlian, dan cincin emas. Djun In mengakui peringkat yang didapat bukanlah karena hasil kerja kerasnya sendiri, tapi karena kerjasama serta support dari seorang pria yang menjadi teman dekatnya (Hady Dinata W) yang sekarang menjadi suaminya. Waktu masih pacaran banyak sekali waktu yang digunakan untuk membangun bisnis Oriflame. Tapi mereka tidak menyesal karena sekarang setiap hari mereka selalu berdua. Di tahun 2005 mereka mendapat suatu kado yang terindah, yaitu peringkat Double Diamond Director. Rumah di Taman Palm Lestari Cengkareng dan rumah di BSD Tangerang serta mobil Honda CR-V, ditambah jalan-jlan gratis ke luar negeri bisa mereka nikmati. Kebahagiaan mereka semakin bertambah saat mengajak mama tercinta serta keluarga untuk merasakan perjalanan yang telah Oriflame berikan. ”Kuncinya adalah memiliki impian besar dan harapan untuk meraihnya, kerjakan semuanya dengan enjoy, jangan terpaku dengan kekurangan diri, dan selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan Downline” ujar mereka. Dengan target untuk memperoleh passive income yang dahsyat, mereka bertekad untuk melakukan yang terbaik. ”Hal tersebut karena kami ingin mewariskan bisnis ini pada anak kami tercinta, Michael” ujar mereka.
Label: kisah sukses pejuang oriflame
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 21.59 0 komentar
CHYNTHIA VENIKA

Di usia 26 tahun, Cynthia Venika adalah Consultant Oriflame termuda di dunia yang meraih peringkat Diamond Director. Prestasi demi prestasi dilampauinya dengan gemilang, antara lain; menjadi orang Indonesia pertama yang meraih peringkat Executive Director, apalagi di akhir tahun 2006 beliau berhasil pula menjadi orang pertama di Asia yang meraih peringkat Senior Executive Director.
Awalnya ketertarikan Cynthia pada Oriflame hanya sebatas kepada produk dan katalog yang ditawarkan teman kantor kakaknya. Kala itu, Cynthia yang langsung tertarik dengan produk-produk Oriflame yang menarik, apalagi harganya juga terjangkau sehingga bagi Cynthia yang waktu itu masih kuliah semester 5 tentu saja bisa membantunya untuk berhemat.
Suatu saat, Cynthia berkunjung ke kantor Oriflame dan melihat antusiasme yang terpancar dari wajah orang-orang yang saat itu tengah menyaksikan presentasi bisnis Oriflame. Ia pun kemudian tersadar betapa banyaknya penghasilan yang bisa didapatnya dengan merekrut, serta bonus dan insentif lainnya. Ditambah lagi setelah Cynthia menyaksikan kesuksesan dari para upline-nya seperti Ibu Nanny dan Ibu Een. ”Sosok ibu rumah tangga yang sukses membina rumah tangga dan karir dan selalu bertamasya keliling dunia yang merupakan impian saya dari kecil membuat saya yakin bahwa Oriflame adalah masa depanku,” ujar Cynthia.
Walaupun sempat menjalani bisnis Oriflame paruh waktu, akhirnya Cynthia memutuskan fulltime. Setelah tiga tahun memfokuskan diri pada bisnis Oriflame, Cynthia berhasil menghimpun 1,000 Downline, yang tersebar di seluruh Nusantara. “Saya amat menyukai penghargaan-penghargaan juga rekognisi yang diberikan, dan kebersamaan di Oriflame merupakan bonus tersendiri,” ungkap Cynthia. Obsesinya saat ini adalah untuk mencapai peringkat tertinggi dan mempunyai 100 Diamond Director dalam grupnya.
Keinginan Cynthia untuk membahagiakan ibunda-nya merupakan motivasi terkuat dalam dirinya untuk mencapai sukses. “Saya bersyukur, Oriflame membantu saya dalam memenuhi impian saya untuk membahagiakan Mama sebelum beliau meninggal, dan saya selalu ingat akan pesan Mama – untuk selalu melakukan yang terbaik dalam hidup saya, ” kenangnya.
“Saya selalu menceritakan kisah-kisah sukses tentang bagaimana Oriflame telah mengubah hidup banyak orang – khususnya saya,” tegasnya. Cynthia juga mengatakan kepada mereka bahwa ia akan mendukung mereka dengan sepenuh hati. Namun, ia juga menegaskan bahwa hal terpenting dalam bisnis ini adalah CFC – Commitment (komitmen), Focus (fokus) dan Consistency (konsistensi). Itulah yang membuatnya berhasil memiliki tim terbaik.
_
Label: kisah sukses pejuang oriflame
Diposkan oleh ayoe ::kisahku bersama orifame:: di 21.51 0 komentar
